PERMENRISTEKDIKTI NO 59 TAHUN 2018

Penerbitan Ijazah bertujuan memberikan bukti tertulis mengenai kelulusan mahasiswa dari suatu pendidikan akademik dan/atau pendidikan vokasi dalam suatu Program Pendidikan Tinggi. Penerbitan Sertifikat Kompetensi bertujuan memberikan bukti tertulis mengenai pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya. Penerbitan Sertifikat Profesi bertujuan memberikan bukti tertulis mengenai pengakuan untuk melakukan praktik profesi yang diperoleh lulusan pendidikan profesi dalam suatu Program Pendidikan Tinggi.

Penerbitan Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi, berdasarkan prinsip:
a. kehati-hatian, yaitu menjaga keaslian Ijazah, Sertifikat Profesi, dan Sertifikat Kompetensi, agar tidak mudah dipalsukan;
b. akurasi, yaitu ketepatan data dan informasi yang tercantum di dalam Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi; dan
c. legalitas, yaitu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

IJAZAH
Ijazah diterbitkan perguruan tinggi disertai dengan Transkrip Akademik dan SKPI. Ijazah sebagaimana dimaksud memuat:
a. nomor Ijazah nasional;
b. logo perguruan tinggi;
c. nama perguruan tinggi;
d. nomor keputusan akreditasi perguruan tinggi dan/atau program studi;
e. Program Pendidikan Tinggi;
f. nama program studi;
g. nama lengkap pemilik Ijazah;
h. tempat dan tanggal lahir pemilik Ijazah;
i. nomor pokok mahasiswa;
j. nomor induk kependudukan atau nomor paspor bagimahasiswa warga negara asing;
k. Gelar yang diberikan beserta singkatannya;
l. tanggal, bulan, dan tahun kelulusan;
m. tempat, tanggal, bulan, dan tahun penerbitan Ijazah;
n. nama dan jabatan pimpinan perguruan tinggi yang berwenang menandatangani Ijazah;
o. stempel perguruan tinggi; dan
p. foto pemilik Ijazah. 

Transkrip Akademik memuat:
a. nomor Transkrip Akademik;
b. nomor Ijazah nasional;
c. logo perguruan tinggi;
d. nama perguruan tinggi;
e. Program Pendidikan Tinggi;
f. nama program studi;
g. nama lengkap pemilik Transkrip Akademik;
h. tempat dan tanggal lahir pemilik Transkrip Akademik;
i. nomor pokok mahasiswa;
j. tanggal, bulan, dan tahun kelulusan, apabila mengikuti suatu Program Pendidikan Tinggi sampai dinyatakan lulus;
k. tempat, tanggal, bulan, dan tahun penerbitan TranskripAkademik;
l. nama dan jabatan pemimpin perguruan tinggi yang berwenang menandatangani Transkrip Akademik;
m. stempel perguruan tinggi;
n. daftar mata kuliah yang ditempuh dan lulus, bobot satuan kredit semester, dan nilai yang telah diperoleh; dan
o. indeks prestasi dan predikat kelulusan.

SKPI sebagaimana dimaksud memuat:
a. nomor SKPI;
b. nomor Ijazah nasional;
c. logo perguruan tinggi;
d. nama perguruan tinggi;
e. status akreditasi;
f. nama program studi;
g. nama lengkap pemilik SKPI;
h. tempat dan tanggal lahir pemilik SKPI;
i. nomor pokok mahasiswa;
j. tanggal, bulan, tahun masuk, dan kelulusan;
k. Gelar yang diberikan beserta singkatannya;
l. jenis pendidikan (akademik, vokasi, atau profesi);
m. Program Pendidikan Tinggi;
n. capaian pembelajaran lulusan program studi sesuai kompetensi lulusan secara naratif;
o. peringkat kompetensi kerja sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
p. bahasa pengantar kuliah;
q. sistem penilaian; dan
r. jenis dan jenjang pendidikan lanjutan.

SKPI sebagaimana dimaksud dapat memuat informasi tambahan tentang prestasi akademik mahasiswa, mencakup prestasi mahasiswa bidang kokurikuler, ekstrakurikuler, atau pendidikan nonformal.

Ijazah, Transkrip Akademik, atau SKPI ditulis dalam bahasa Indonesia dan dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penandatanganan Ijazah dilakukan oleh:
a. rektor dan dekan fakultas untuk universitas dan institut;
b. ketua dan pemimpin unit pengelola program studi untuk sekolah tinggi;
c. direktur dan pemimpin unit pengelola program studi untuk akademi dan politeknik; dan
d. direktur untuk akademi komunitas.

Penandatanganan Transkrip Akademik dan SKPI
dilakukan oleh:
a. dekan atau pembantu/wakil dekan bidang akademik untuk universitas dan institut;
b. pemimpin unit pengelola program studi untuk sekolah tinggi dan akademi dan politeknik sekolah tinggi; dan
c. direktur untuk akademi komunitas.

Selain penandatanganan Ijazah, pelaksana tugas rektor, pelaksana tugas dekan fakultas, pelaksana tugas ketua, atau pelaksana tugas direktur pada perguruan tinggi dapat menandatangani Ijazah.

Selain penandatanganan Transkrip Akademik dan SKPI, pelaksana tugas dekan atau pelaksana tugas pembantu/wakil dekan bidang akademik, pelaksana tugas pemimpin unit pengelola program studi, pelaksana tugas direktur pada akademi komunitas dapat menandatangani Transkrip Akademik dan SKPI.

Untuk informasi lebih lengkap dapat di download disini

PERMENRISTEKDIKTI NO 61 TAHUN 2016

PDDikti bertujuan untuk:

  • mewujudkan basis data tunggal dalam perencanaan, pengaturan, pembinaan, dan pengawasan pendidikan tinggi;
  • mewadahi pertukaran Data Pendidikan Tinggi bagi semua unit kerja di lingkungan Kementerian agar tercipta konsistensi data di semua unit kerja dan mendorong peningkatan kualitas data secara sistematis;
  • meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan sinergi kegiatan pengumpulan data yang terintegrasi dalam satu pangkalan data untuk bersama-sama digunakan oleh Kementerian dan seluruh pemangku kepentingan;
  • menyediakan data, informasi penerapan, dan luaran sistem penjaminan mutu internal yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi;
  • menyediakan data, informasi penerapan, dan luaran sistem penjaminan mutu eksternal atau akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan/atau lembaga akreditasi mandiri;
  • menyediakan informasi bagi Kementerian dalam melakukan pengaturan, perencanaan, pengawasan, pemantauan, evaluasi, serta pembinaan dan koordinasi pendidikan tinggi;
  • menyediakan informasi bagi masyarakat mengenai kinerja Program Studi dan Perguruan Tinggi; dan menyediakan data bagi peningkatan standar Perguruan Tinggi secara nasional.

PDDikti menghimpun Data Pendidikan Tinggi yang dikelola dengan kaidah basis data terintegrasi. Basis data terintegrasi mencatat hubungan antar entitas data dengan menjaga kelengkapan dan kebenaran data, sehingga hubungan antar entitas data dapat dihasilkan dari pengolahan data secara langsung tanpa melakukan pemadanan/pemetaan antar entitas data secara manual.

Data Pendidikan Tinggi terdiri atas:
a. Data Pokok Pendidikan Tinggi;
b. Data Referensi Pendidikan Tinggi; dan
c. Data Transaksional Pendidikan Tinggi.

Untuk informasi lebih lengkap dapat di download disini

ADMINISTRASI AKADEMIK

Pelaksanaan administrasi akademik diatur secara terpusat. Agar pelaksanaan perkuliahan dengan sistem kredit dapat berjalan lancar, diperlukan pengertian dan kerja sama yang baik dari segenap komponen perguruan tinggi yang terlibat di dalamnya; terutama antara para dosen, PA, mahasiswa, serta unit pelayanan (Bagian Akademik).
Untuk pelaksanaan administrasi sistem kredit diperlukan beberapa tahap kegiatan dalam setiap semester, meliputi:

  1. pendaftaran awal bagi mahasiswa baru dan pendaftaran ulang bagi mahasiswa lama (registrasi /herregistrasi);
  2. pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) melalui konsultasi dengan PA;
  3. pelaksanaan perkuliahan;
  4. pengisian KPRS (Kartu Perubahan Rencana Studi) apabila mahasiswa menghendaki perubahan rencana studi;
  5. pelaksanaan ujian (harian, tengah semester, semester); dan
  6. pengumuman hasil ujian (yudisium).

Pembiayaan
Sumber dana penyelenggaraan pendidikan ISI Surakarta berasal dari: pemerintah, masyarakat, dan dari sumber lain yang sah. Setiap mahasiswa yang mengikuti pendidikan di ISI Surakarta wajib membayar SPP dan biaya lainnya, yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Rektor ISI Surakarta, yang pelaksanaannya diatur sesuai kalender akademik.

Sanksi Keterlambatan Pembayaran SPP dan Biaya Lainnya

  1. Mahasiswa yang terlambat/tidak membayar SPP dan biaya lainnya pada waktu yang telah ditentukan:
  2. tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan akademik dan menggunakan fasilitas lembaga selama SPP dan biaya lainnya belum dibayar;
  3. wajib melaporkan pada Subbagian Akademik;
  4. waktu studi tetap diperhitungkan;
  5. SPP dan biaya lainnya yang tertunggak satu semester dapat dibayarkan bersama-sama pada semester berikutnya.
  6. Mahasiswa yang tidak membayar SPP dan biaya lainnya dalam dua semester berturut-turut, dianggap mengundurkan diri.

Pendaftaran Awal (Registrasi) dan Pendaftaran Ulang (Herregistrasi)

Mahasiswa baru yang telah membayar SPP dan biaya lainnya, diwajibkan melakukan pendaftaran awal (registrasi). Pendaftaran ulang (herregistrasi) berlaku bagi mahasiswa lama.  Adapun prosedur registrasi/herregistrasi diatur sebagai berikut.

  1. Membayar SPP dan biaya lainnya (di loket yang telah disediakan).
  2. Mengisi formulir registrasi/herregistrasi.
  3. Menyerahkan formulir registrasi/heregistrasi yang telah diisi ke Urusan Registrasi.

Mahasiswa yang tidak melaksanakan registrasi (khusus mahasiswa baru) dinyatakan mengundurkan diri. Mahasiswa yang tidak melaksanakan herregistrasi (mahasiswa lama) tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan akademik, dengan waktu studi tetap diperhitungkan.

Pengisian KRS (Kartu Rencana Studi)

Prosedur pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) adalah sebagai berikut.

  1. Mengambil KRS rangkap 4 di Subbagian Akademik dengan menunjukkan bukti pembayaran SPP dan biaya lainnya, serta Kartu Mahasiswa.
  2. Konsultasi dengan Pembimbing Akademik (PA) untuk menentukan mata kuliah yang akan diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan. Bagi mahasiswa lama dengan menunjukkan KHS (Kartu Hasil Studi) semester sebelumnya.
  3. KRS harus ditandatangani oleh PA dan Ketua Jurusan.
  4. Masing-masing KRS yang sudah ditandatangani oleh PA dan Ketua Jurusan:
  5. satu lembar untuk Program studi;
  6. satu lembar dikembalikan ke Subbagian Akademik;
  7. satu lembar untuk PA; dan
  8. satu lembar untuk mahasiswa yang bersangkutan.

Pengisian KPRS (Kartu Perubahan Rencana Studi)

Bagi mahasiswa yang karena suatu hal menambah, mengurangi, atau mengubah mata kuliah yang telah direncanakan dalam KRS, diberi kesempatan untuk mengubah dengan mengisikan perubahan pada KPRS (lihat contoh KPRS), tanpa harus mengubah KRS. KPRS dibuat rangkap empat, masing-masing untuk Subbagian Akademik, Pembimbing Akademik, Program studi, dan mahasiswa yang bersangkutan. Perubahan KRS hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan dalam kalender akademik.

Perubahan KRS tanpa disertai pengisian KPRS tidak diakui dan mata kuliah yang direncanakan tetap sebagai pembagi dalam perhitungan indeks prestasi (IP). Mahasiswa yang tidak memasukkan KRS/KPRS ke Subbagian Akademik dianggap tidak merencanakan studi pada semester yang bersangkutan.

Pengumuman Hasil Ujian (Yudisium)

Pengumuman hasil ujian (yudisium) dilakukan melalui jurusan masing-masing sesuai dengan kalender akademik yang berlaku.

Cuti Akademik (Selang)

Karena suatu hal yang sangat mendesak dan mahasiswa terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah, diberikan cuti akademik dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Mahasiswa berhak mengajukan cuti akademik minimal telah menempuh kuliah dua semester.
  2. Mahasiswa mengajukan permohonan cuti akademik secara tertulis kepada Rektor ISI Surakarta dengan mendapat persetujuan dari PA dan Ketua Jurusan, dengan mengemukakan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan (hamil, sakit yang memerlukan penyembuhan lama disertai dengan surat dokter, tinggal menunggu ujian akhir).
  3. Pengajuan izin cuti akademik dapat dilakukan selambat-lambatnya dua minggu sebelum hari pertama pembayaran SPP/herregistrasi.
  4. Mahasiswa yang melakukan izin cuti akademik tetap membayar SPP dan biaya lainnya sebesar 50%.
  5. Mahasiswa Program Strata-1 (S-1) hanya diperbolehkan mengambil cuti akademik sebanyak-banyaknya 4 semester.
  6. Pengambilan cuti akademik dapat dilakukan pada semester yang berbeda atau berturut-turut.
  7. Mahasiswa yang sedang menjalani cuti akademik, tidak berhak mengikuti semua kegiatan akademik.
  8. Lama waktu cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai perhitungan waktu kumulatif perkuliahan.
  9. Mahasiswa yang terkena musibah, dapat mengajukan selang melebihi batas waktu yang telah ditentukan pada butir 5 dan 6 di atas, dengan menunjukkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perpindahan Mahasiswa/Jurusan/Program Studi

Perpindahan mahasiswa adalah perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri sejenis yang akan memasuki salah satu jurusan/program studi di ISI Surakarta. Pindah jurusan adalah proses perpindahan dari satu jurusan ke jurusan yang lain dalam jenjang yang sama (jenjang S-1 ke jenjang S-1, atau jenjang Diploma ke jenjang Diploma). Pindah program studi adalah proses perpindahan dari satu program studi ke program studi yang lain dalam satu jurusan.

Mahasiswa dapat mengajukan permohonan pindah jurusan atau program studi, apabila memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut.

  1. Tidak pernah melanggar tata tertib pada perguruan tinggi, jurusan/program studi asal.
  2. Bukan mahasiswa putus kuliah karena tidak dapat memenuhi ketentuan akademik.
  3. Kepindahan dengan disertai alasan kuat yang dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh PA dan Ketua Jurusan/Program Studi asal.
  4. Daya tampung jurusan/program studi penerima masih memungkinkan.
  5. Menempuh tes khusus yang diselenggarakan oleh jurusan/program studi penerima (khusus perpindahan antar-perguruan tinggi/fakultas/jurusan).
  6. Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi sejenis (perguruan tinggi seni), perpindahan mahasiswa berlaku dalam satu jenjang yang sama.
  7. Masih terdaftar sebagai mahasiswa.

Tata Cara Mengajukan Permohonan Pindah/Alih Jenjang

Bagi Mahasiswa ISI Surakarta

  1. Mahasiswa mengajukan permohonan secara tertulis kepada Ketua Jurusan/Program Studi yang dituju, yang diketahui oleh PA, Ketua Jurusan/Program Studi asal dengan tembusan kepada Pembantu Ketua I dan Kabag. Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi, dengan syarat:
  2. transkrip nilai; dan
  3. fotokopi kartu mahasiswa.
  4. Permohonan pindah diajukan paling lambat dua minggu sebelum hari pertama herregistrasi.
  5. Permohonan pindah tidak dipertimbangkan apabila melebihi batas waktu yang telah ditentukan.
  6. Dilakukan akreditasi.

Bagi Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri Sejenis
(Perguruan Tinggi Seni)

  1. Mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua Jurusan yang dituju dengan dilampiri:
  2. transkrip nilai;
  3. surat pindah dari perguruan tinggi asal/persetujuan rekomendasi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melanggar peraturan/tata tertib;
  4. surat izin belajar (bagi yang sudah bekerja); dan
  5. ijazah SLTA/yang sederajat dan ijazah tertinggi yang dimiliki, yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
  6. masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif.
  7. Permohonan pindah diajukan bersamaan dengan pendaftaran mahasiswa baru.
  8. Permohonan tidak dipertimbangkan bila pengajuan melampaui batas waktu yang ditentukan.
  9. Membayar uang pendaftaran.
  10. Dilakukan akreditasi.

Pertimbangan Permohonan Pindah

  1. Perpindahan antar-jurusan/program studi hanya berlaku satu kali selama menjadi mahasiswa ISI Surakarta.
  2. Yang berwenang memutuskan diterima dan/atau ditolaknya permohonan pindah adalah Ketua Jurusan/Program Studi penerima.
  3. Bagi mahasiswa pindahan diberlakukan akreditasi.
  4. Bagi yang permohonannya ditolak, dapat kembali pada jurusan/program studi asal.
  5. Bagi mahasiswa yang akan alih jenjang Diploma ke Strata-1, harus:
  6. mengajukan permohonan kepada Pembantu Ketua I, dengan dilampiri fotokopi transkrip nilai dan ijazah Diploma III;
  7. permohonan diajukan paling lambat dua minggu sebelum hari pertama pembayaran SPP.

Studi Lanjut

Mahasiswa yang telah memperoleh ijazah sarjana muda/Diploma III/semester VII (telah menempuh sekurang-kurangnya 110 SKS dari perguruan tinggi seni lain dapat melanjutkan studi ke jenjang S-1 dengan akreditasi.

Persyaratan permohonan studi lanjut seperti pada cara mengajukan permohonan pindah/alih jenjang, kecuali masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif.

Akreditasi

Perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri sejenis atau jurusan/program studi di lingkungan ISI Surakarta dilaksanakan melalui pengalihan kredit (kredential) yang telah dimiliki oleh mahasiswa.
Mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi yang tidak sejenis akan dipertimbangkan secara khusus.

Mahasiswa Berstatus Ganda

Mahasiswa ISI Surakarta dilarang memiliki status ganda atau merangkap pada strata/program studi/jurusan yang berada di lingkungan ISI Surakarta.

SISTEM PENDIDIKAN

Kurikulum

Kurikulum yang berlaku di ISI Surakarta dibedakan berdasarkan periode masuk di perguruan tinggi seni ini. Kurikulum 2008 diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2008/2009, sedangkan kurikulum 2002 diberlakukan bagi mahasiswa sebelum angkatan 2008/2009. Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi terdiri atas: kurikulum inti dan kurikulum institusional. Setiap pergantian kurikulum/pengembangan kurikulum dituangkan melalui surat Keputusan Rektor ISI Surakarta, setelah mendapat persetujuan Senat.

Sistem Penyelenggaraan Pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan di ISI Surakarta menggunakan sistem kredit. Pelaksanaan sistem kredit semester mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengertian Sistem Kredit Semester

  1. Sistem kredit semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS), untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
  2. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
  3. Satuan kredit semester, selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1–2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1–2 jam kegiatan mandiri.

Tujuan Sistem Kredit

Tujuan umum penerapan sistem kredit di Institut Seni Indonesia Surakarta adalah agar lembaga ini dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan, karena di dalam sistem kredit dimungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel. Dengan demikian, dapat memberi kemungkinan lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macam jenjang profesi tertentu yang dituntut oleh pembangunan. Secara khusus tujuan penerapan sistem kredit adalah sebagai berikut.

  1. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang berprestasi agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  2. Untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa dalam merencanakan semua mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan.
  3. Untuk memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat dilaksanakan.
  4. Untuk mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
  5. Untuk memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  6. Untuk memungkinkan perpindahan mahasiswa dari ISI Surakarta ke perguruan tinggi seni yang lain, atau dari perguruan tinggi seni lain ke ISI Surakarta.

Ciri-ciri Sistem Kredit

Ciri-ciri dasar sistem kredit adalah sebagai berikut.

  1. Dalam sistem kredit tiap-tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.
  2. Besarnya nilai kredit untuk mata kuliah yang berlainan tidak perlu sama.
  3. Nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam proses perkuliahan, praktikum, kerja lapangan, maupun tugas-tugas lain.

Beban Studi dan Kredit

Besarnya beban studi mahasiswa dinyatakan nilai kredit semester suatu mata kuliah. Besarnya beban studi mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang program yang dimasuki adalah sebagai berikut.

  1. Jenjang Program S-1 (Sarjana)             : 144–160 SKS
  2. Jenjang Program S-2 (Pascasarjana)     :     36–50 SKS

Beban Studi dalam Semester

Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Pada umumnya orang bekerja rata-rata 6–8 jam sehari selama enam hari berturut-turut. Seorang mahasiswa pada lain pihak dituntut bekerja lebih lama, sebab ia tidak hanya bekerja pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Dalam keadaan normal, mahasiswa dapat bekerja rata-rata siang hari 6–8 jam dan malam hari 2 jam, selama enam hari berturut-turut. Untuk itu, seorang mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar sebanyak 8–10 jam per hari, atau 48–50 jam per minggu.

Oleh karena satu nilai kredit semester kira-kira setara dengan 3 jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16–20 kredit semester. Oleh karena itu juga perlu diperhatikan kemampuan individu. Hal ini dapat diilhat dari hasil studi seorang mahasiswa pada semester yang lalu, yang diukur dengan indeks prestasi (IP).

Pada semester pertama mahasiswa hanya dapat mengambil maksimum satuan program semester awal tersebut. Pada awal semester-semester selanjutnya, mahasiswa dapat mengambil beban studi sesuai dengan keinginan dan kemampuannya (IP) melalui konsultasi dengan pejabat yang diberi tugas (PA). Pengambilan beban studi ini dapat berbeda dengan temannya walaupun seangkatan, sepanjang fasilitas memungkinkan. Beban studi semester ini dapat dipakai sebagai wahana pengendalian proses pendidikan di perguruan tinggi.

Nilai Kredit

Untuk menyelenggarakan kuliah, nilai 1 kredit semester ditentukan sebagai berikut.

Nilai Kredit Semester untuk Kuliah Teori

Bagi mahasiswa, 1 kredit semester (SKS) adalah beban studi untuk mengikuti seluruh tiga acara per minggu, sebagai berikut.

  1. 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen/tenaga pengajar, dalam bentuk kuliah.
  2. 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi mahasiswa yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen/tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah, menyelesaikan soal-soal, atau membuat resume.
  3. 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi, diskusi di luar kuliah dalam rangka materi kuliah.

Untuk dosen, 1 kredit semester adalah beban penyelenggaraan pendidikan untuk menyelenggarakan keseluruhan tiga acara per minggu sebagai berikut.

  1. 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.
  2. 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
  3. 60 menit pengembangan materi kuliah.

Nilai Kredit Semester untuk Kuliah Praktik

Untuk kuliah praktik/latihan, 1 kredit semester sama dengan penyelenggaraan kegiatan selama 3–4 jam per minggu untuk satu semester.

Bagi mahasiswa, 1 kredit semester kuliah praktik/latihan adalah beban studi untuk mengikuti seluruh tiga acara per minggu, sebagai berikut.

  1. 100 menit acara praktik/latihan terjadwal.
  2. 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur.
  3. 60 menit acara kegiatan akademik mandiri.

Untuk dosen, 1 kredit semester kuliah praktik/latihan meliputi tiga acara kegiatan per minggu sebagai berikut.

  1. 100 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.
  2. 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
  3. 60 menit pengembangan materi kuliah.

Nilai Kredit Semester untuk Kerja Lapangan dan Sejenisnya

Untuk kerja lapangan dan sejenisnya, nilai 1 kredit semester adalah beban tugas di lapangan sebanyak 4–5 jam per minggu selama satu semester.

Nilai Kredit Semester untuk Pembawaan, Pameran, atau Tugas Akhir

Nilai kredit semester untuk kegiatan Pembawaan, Pameran, Skripsi, atau Karya Seni sebanyak 3–4 jam sehari selama satu bulan, setara dengan 25 hari kerja, mempunyai nilai 1 kredit semester.

Program Semester

Pada pengertian semester telah dinyatakan, bahwa program satu jenjang lengkap dibagi ke dalam program-program semesteran. Sebenarnya yang dibagi itu adalah beban studi seorang mahasiswa. Dalam keadaan ideal, seluruh acara itu diadakan setiap semester. Akan tetapi, mengingat berbagai keterbatasan, maka acara penyelenggaraan kuliah diberikan pada semester ganjil dan genap secara proporsional.

Tahun Akademik

Tahun kuliah dimulai pada awal minggu pertama bulan September dan berakhir pada akhir minggu keempat bulan Juni tahun berikutnya. Tahun kuliah terbagi dalam 2 (dua) semester, kuliah diberikan mulai hari pertama minggu pertama masing-masing semester dan berakhir pada akhir minggu ke-18.

Semester ganjil dimulai pada Senin pertama bulan September dan berakhir pada hari Sabtu kedua pada bulan Januari. Semester genap dimulai pada hari Senin keempat bulan Februari dan berakhir pada Sabtu kedua bulan Juli.

Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa diukur dengan penilaian/evaluasi secara berkala, yang dapat berbentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian semester, dan ujian akhir program studi. Ujian akhir program studi dapat berbentuk ujian kekaryaan seni atau skripsi.

Berdasar SK Ketua Nomor 1511/L.01/PP/2004 tanggal 18 Mei 2004, sistem penilaian sebagai berikut.

NILAI MENTAH NILAI NILAI HURUF PREDIKAT
< 0,25 0 E Gagal
0,26 – 0.75 0.5 E + Gagal
0.76 – 1.25 1.0 D Kurang
1.26 – 1.75 1.5 D+ Kurang
1.76 – 2.25 2.0 C Cukup
2.26 – 2.75 2.5 C + Cukup
2.76 – 3.25 3.0 B Baik
3.26 – 3.75 3.5 B + Baik
> 3.76 4 A Amat Baik

Nilai K    berarti kosong, data nilai kurang lengkap, karena yang bersangkutan mengundurkan diri secara sah.

Nilai T     berarti tidak lengkap, data nilai kurang lengkap, karena belum semua tugas diselesaikan pada waktunya atas izin dosen yang bersangkutan, selama-lamanya satu semester. Nilai T tidak dapat digunakan untuk menghitung IP, dan selanjutnya akan diperhitungkan kembali pada semester yang sama tahun berikutnya, dengan merencanakan pada KRS. Apabila nilai T lebih dari satu semester maka akan menjadi nilai F.

Nilai F     berarti mahasiswa tersebut tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Perbaikan Nilai

Mahasiswa yang akan memperbaiki nilai dapat melakukan dengan cara: mengulang/mengikuti kuliah penuh dengan merencanakan ke dalam KRS, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal/semester tertentu.
CatatanDalam hal perbaikan nilai, yang dipakai sebagai nilai akhir adalah yang terbaik.

Gelar Akademik dan Sebutan Profesional

Gelar akademik untuk lulusan program sarjana, program magister, dan program doktor diatur sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ijazah, gelar, dan sebutan, diberikan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan dinyatakan lulus. Pemberian gelar dan sebutan lulusan ISI Surakarta didasarkan atas Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 036/U/1993 tanggal 9 Februari 1993 adalah sebagai berikut.

  1. Gelar akademik lulusan program Pasca Sarjana (S-2) adalah “Magister Seni” yang disingkat M.Sn.
  2. Gelar akademik lulusan Sarjana (S-1) adalah “Sarjana Seni” yang disingkat S.Sn.
  3. Gelar vokasi lulusan Diploma 3 adalah “Ahli Madya” yang disingkat A.Md.

Penyerahan ijazah dilakukan pada Upacara Wisuda, yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan kalender akademik.  Yang berhak mengikuti wisuda/menerima ijasah adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kegiatan akademik serta kewajiban lainnya.

Predikat Kelulusan

Mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi tingkat Sarjana dan Diploma mendapat predikat kelulusan atas dasar prestasi yang dicapai, dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. IPK 2,00–2,75: lulus dengan memuaskan
  2. IPK 2,76–3,50: lulus dengan sangat memuaskan
  3. IPK 3,51–4,00: lulus dengan pujian (cumlaude).*

*   Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan pula dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu n tahun (masa studi minimum) ditambah 1 tahun (Kepmendiknas No. 232/U/2000, tanggal 20 Desember 2000).

Masa Studi

Masa studi jenjang S-1 adalah antara 8 semester (kurang dari 8 semester) dan selama-lamanya 14 semester (4–7 tahun), jenjang D-III antara 6 semester (kurang dari 6 semester) dan selama-lamanya 10 semester (3–5 tahun), terhitung sejak mahasiswa diterima dan terdaftar di STSI/ISI Surakarta yang pertama kali (mahasiswa reguler). Pemantauan terhadap masa studi mahasiswa antara lain dengan melihat kode tahun masuk pada nomor induk mahasiswa (NIM).

Bagi mahasiswa yang telah lulus Sarjana Muda/D-III pada perguruan tinggi sejenis yang akan melanjutkan studi ke jenjang S-1, perhitungan masa studi paling lama 14 semester (7 tahun), terhitung sejak saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi asal (waktu selang tidak diperhitungkan). Apabila penyelesaian Program Sarjana Muda/D-III lebih dari 10 semester (5 tahun), dihitung 10 semester (5 tahun).

Bagi mahasiswa yang masa studinya sudah berakhir, tetapi belum dapat menyelesaikan seluruh tugas dan kewajibannya, dapat mengajukan perpanjangan masa studi.       Perpanjangan waktu studi sebanyak-banyaknya 2 semester setelah habis waktu masa studi. Apabila masa perpanjangan selama 2 semester telah habis dan mahasiswa yang bersangkutan belum dapat menyelesaikan studinya, yang bersangkutan masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan studinya selama-lamanya 2 semester dengan membayar SPP 50% lebih tinggi dari yang seharusnya (SPP tahun yang berjalan) dan dihitung bertambah setiap semester perpanjangan. Permohonan perpanjangan waktu studi selambat-lambatnya dua minggu sebelum hari pertama pembayaran SPP, ditujukan kepada Pembantu Ketua I diketahui oleh Ketua Program Studi dan PA. Setelah masa perpanjangan kedua, mahasiswa yang bersangkutan belum dapat menyelesaikan studinya, maka yang bersangkutan dinyatakan putus kuliah.

Nomor Induk Mahasiswa

Setiap mahasiswa diberi nomor induk mahasiswa (NIM) yang terdiri atas 8 digit.
Digit ke-1 dan 2                   =    kode tahun masuk
Digit ke-3                              =    kode jenjang/strata
Digit ke-4                              =    kode jurusan
Digit ke-5                              =    kode program studi
Digit ke-6                              =    kode status mahasiswa
Digit ke-7 dan seterusnya =    nomor urut registrasi

  1. Kode Tahun Masuk dua angka terakhir tahun pertama registrasi
  2. Kode Jenjang/Strata

0    =    S-0 (Diploma)
1    =    S-1 (Sarjana)
2    =    S-2 (Pascasarjana)
3    =    S-3 (Doktor)

Kode Jurusan
1    =    Karawitan
2    =    Pedalangan
3    =    Tari
4    =    Seni Rupa

Kode Program Studi
1    =    Seni Karawitan
2    =    Etnomusikologi
3    =    Seni Pedalangan
4    =    Seni Tari
5    =    Kriya Teknik
6    =    Tata Rupa Pentas
7    =    Kriya Seni
8    =    Televisi dan Film
9    =    Seni Rupa Murni
10  =    Desain Interior

Kode Status Mahasiswa
1    =    Biasa/Reguler
2    =    Pindahan
3    =    Mahasiswa asing biaya sendiri
4    =    Mahasiswa asing program dharmasiswa

Kode Nomor Urut Registrasi
Urutan registrasi mahasiswa pada satu tahun dengan memperhatikan urutan jurusan dan program studi.
Contoh :

07111101     Mahasiswa angkatan tahun 2007 =   07
Jenjang Strata S-1 =     1
Jurusan Karawitan =     1
Program Studi Seni Karawitan =     1
Status Mahasiswa Biasa =     1
Nomor Urut =   01

Upacara

Tata cara upacara dalam penyelenggaraan pendidikan ISI Surakarta meliputi:

  1. Pelantikan mahasiswa baru
  2. Wisuda lulusan
  3. Dies Natalis
  4. Pengukuhan Guru Besar
  5. Pemberian tanda penghargaan.

Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan

Kebebasan akademik termasuk kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan serta kebebasan kekaryaan seni merupakan kebebasan yang dimiliki oleh sivitas akademika ISI Surakarta untuk melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara bertanggung jawab dan mandiri.

Pimpinan ISI Surakarta mengupayakan dan menjamin agar setiap anggota sivitas akademika dapat melaksanakan kebebasan akademik dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsinya secara mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi dan dilandasi oleh norma serta kaidah keilmuan dan seni.

Dalam melaksanakan kegiatan akademik, setiap anggota sivitas akademika ISI Surakarta harus mengupayakan agar kegiatan dan hasilnya dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan akademik ISI Surakarta. Dalam melaksanakan kebebasan akademik, setiap anggota sivitas akademika ISI Surakarta harus bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan dan hasilnya sesuai dengan norma serta kaidah keilmuan dan seni. Dalam melaksanakan kegiatan akademik, Pimpinan ISI Surakarta dapat mengizinkan penggunaan sumber daya yang dimiliki ISI Surakarta, sepanjang kegiatan tersebut tidak merugikan pribadi lain semata-mata untuk memperoleh keuntungan materi bagi pribadi yang melakukannya.

Kebebasan mimbar akademik berlaku sebagai bagian dari kebebasan akademik, yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas di ISI Surakarta sesuai dengan kaidah serta keilmuan dan/atau seni.

ISI Surakarta dapat mengundang tenaga ahli dari luar untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan norma serta kaidah keilmuan dan/atau seni dalam rangka pelaksanaan kebebasan akademik. Pelaksanaan kebebasan akademik diarahkan untuk memantapkan terwujudnya pengembangan diri sivitas akademika, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian.

Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, ISI Surakarta beserta sivitas akademika berpedoman pada otonomi keilmuan dan kesenian. Otonomi keilmuan dan kesenian pada ISI Surakarta dirumuskan oleh Senat ISI Surakarta. Otonomi keilmuan adalah kegiatan ilmiah yang berpedoman pada norma-norma dan kaidah keilmuan yang harus ditaati oleh para anggota sivitas akademika. Otonomi kesenian adalah kegiatan kreativitas seni sivitas akademika yang didasarkan pada nilai-nilai budaya masyarakat dan bangsa.